Tampilkan postingan dengan label Risalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risalah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Juni 2013
Pesan istri pada suami nya
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
~♥ Harapan Seorang Istri Kepada Suami♥~
Suamiku….
Kuingin agar setiap
perjumpaanku denganmu menjadi sebuah perjumpaan
manis,..
Hiasi selalu dengan
senyuman tulusmu karena senyummu adalah bahagiaku..
Do'amu adalah
sebuah keridhoan bagiku.
Suamiku…
Bertuturkatalah yang lembut padaku ketika kau hendak sampaikan sesuatu agarku mudah mencerna apa
maksudmu..
Perhatikanku pula
ketika ku ingin berbagi denganmu..
Mendengarkan
ucapan atau ceritaku. Karena bagiku itu adalah sebuah penghargaan..
Suamiku…
kuinginkan sebuah panggilan kesayangan tuk jadikan sebuah kemesraan dalam
hubungan..
Suamiku…
Kuingin kau lebih sebagai seorang sahabat yang berikan
waktu untukku.. Jangan terlalu
sibuk dengan segala urusanmu,..
Sediakan waktu untuk
bercengkrama bersama denganku walau hanya sekedar
tuk ingatkan tentang
kenangan indah bersamamu..
Suamiku …
Jadikan bermusyawarah
sebagai jalan dalam
memecahkan persoalan keluarga..
Dengan adanya 2
orang akan lebih mudah ditemukan sebuah jalan keluar..
Suamiku …
Bantu aku dalam ketaatan kepada Allah. Biasakanlah Bangunkan ku di sepertiga malam terakhir dan ajak ku
menegakkan shalat Qiyamullail..
Suamiku ….
Ajari ku apa yang kau ketahui dari Al Quran dan tafsirnya.
Suamiku …
Ajari ku tak lepas dari kalimat “Dzikr” (cara untuk mengingat
Allah dengan mencontoh
Rasulullah) di pagi dan petang..
Suamiku …
Ingatkan selalu aku untuk membelanjakan uang di jalan
yang diridhoiNya... menebar kebaikan dan jihad dijalan Islam..
Suamiku…
Cemburu adalah fitrah..
Bahkan kuharap kaupun punya rasa
cemburu terhadap aku, tetapi jangan berlebihan (cemburu
buta).
Suamiku …
Kuingin kan sikap kesabaran dan
kelembutan dalam
menghadapiku jangan kau tunjukkan kekerasan dan kata
kata kasar padaku..
Selalu ingatkan aku jika ada perbuatan yang salah pada
diriku…
Karena aku hanyalah
wanita sederhana dengan kekurangan dalam diriku..
Suamiku…
Maafkan aku jika telah berbuat salah padamu…
Turunkan emosimu ketika kau hadapi
aku…
Nasehatiku dengan
kelembutanmu karena itu akan lebih mengena bagiku.
Ku yakin kau bisa lakukan itu…
Salam sayang untukmu selalu…
^_^
Rasulullah SAW bersabda :
“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik
(perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang
terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”
Rasullullah SAW juga bersabda :
“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali
laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”
Wassalamu alaikum wr.wb
SEMOGA BERMANFAAT
Selasa, 11 Juni 2013
Seputar Dzikir
MIFTAHUS SARDO'IR ; RUH DAN WARIDAT
Ketahuilah wahai hamba Allah sekalian , sesunguhnya ruh itu setiap saat rindu kepada Allah,ia sangat merindukan kampung halamannya,namun banyak hijab yang menghalanginya.
Barang siapa yang di tajamkan oleh Allah mata hati (Bashiroh) nya,maka hijab-hijab itu tersingkap
dan Allah akan memberinya berbagai pertolongan, mengarunianya kenikmatan dalam berdzikir , menimbulkan dalam hatinya kerinduan pada kebahagiaan di teman-teman Uns ( keintiman) dan kebun-kebun syurga.
Setiap orang memperoleh karunia (madad) sesuai keadaannya dan setiap orang memperoleh pertolongan (imdad) sesuai dengan kesiapannya,
oleh karena itu siapkanlah dirimu untuk memperoleh pertolongan jangan meremehkannya.
Dengan dzikirullah akan membuat hati bersinar,dzikir dibagi ada dua,dzikir dengan hati dan dzikir dengan lisan.
Dzikir hati lebih utama dari pada dzikir lisan. Karena orang yang berdzikir dalam hati akan memperoleh dzikir sekaligus jauh dzikirnya.
Namun jangan tingalkan dzikir lisan , karena dzikir lisan adalah yang di maksud dalam ayat berikut
"Wadz dzaakiriinalboha kastsiirow wadz dzaakirooti a'addallaahu lahum maghfiratuw wa ajroor"
"Dan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah .. Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar".
Q.S Al Ahzab 33-35.
Seorang ulama pernah di tanya , 'kami berdzikir kepada Allah Swt , tetapi dzikir itu tidak menggoreskan kesan di hati kami,
jawbannya bersyukurlah kepada Allah yang telah menghiasi salah satu anggota tubuh mu dengan berdzikir kepadaNya.
Dzikir lisan juga merupakan tanda cinta , barang siapa yang sungguh-sungguh mencintai seseorang,
ia pasti sering menyebut-nyebutnya , sebab orang yang berdzikir merasa mulia dengan yang ia dziki (sebut)
ku sebutkan dalam syair ku;
"Fanaw'an jamii'il kawni thullbaa husnahu , yaghiibuuna'an kullas shwa bi wishoolihin".
"Mereka hilang dari alam mencari kebaikanNya,hubungan dengan Allah telah membuat mereka lalai dari segalanya"
Jumat, 09 November 2012
DIALOG DI MAJELIS RASULULLAH
DIALOG DI MAJELIS RASULULLAH
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Sahihnya;Zuhair bin Harb menuturkan kepadaku. Dia berkata; Jarir menuturkan kepada kami dari ‘Umarah (yaitu Ibn al-Qa’qa’) dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia mengatakan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bertanyalah kalian kepadaku.” Namun mereka merasa segan untuk bertanya kepada beliau. Lalu datanglah seorang lelaki duduk di depan kedua lutut Nabi. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud Islam?”. Beliau menjawab, “Janganlah kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat, dan kamu berpuasa Ramadhan.” Lelaki itu berkata, “Anda benar.”
Lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu iman?”. Beliau menjawab, “Kamu beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, para rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari kebangkitan, dan kamu beriman kepada takdir seluruhnya.” Dia berkata, “Anda benar.” Lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu ihsan?”. Beliau menjawab, “Yaitu kamu merasa takut kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya. Kalau kamu tidak bisa merasa seolah-olah melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Dia mengatakan, “Anda benar.”
Lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu?”. Nabi menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Namun aku akan menceritakan kepadamu tanda-tandanya. Yaitu apabila seorang budak perempuan melahirkan tuannya, maka itulah tandanya. Dan apabila kamu melihat orang-orang yang bertelanjang kaki, tak berpakaian, tuli dan bisu, telah menjadi penguasa di muka bumi. Maka itulah tandanya. Dan apabila kamu melihat para penggembala domba saling berlomba-lomba meninggikan bangunan, maka itulah tandanya. Pada lima perkara gaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah.”
Kemudian beliau membaca ayat (yang artinya), “Sesungguhnya di sisi Allah lah ilmu tentang waktu hari kiamat, yang menurunkan hujan, yang mengetahui apa saja yang terjadi di dalam rahim. Dan tidak ada orang yang mengetahui apa yang akan dilakukannya esok hari, dan tidak ada orang yang tahu di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengetahui lagi Maha mengerti segala sesuatu.” (QS. Luqman : 34).
Abu Hurairah berkata; Kemudian lelaki itu bangkit, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalikan kemari orang itu.” Kemudian dia dicari namun tidak berhasil mereka temukan. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini adalah Jibril yang ingin mengajarkan kepada kalian ketika kalian tidak bertanya.” (Diterjemahkan dari Sahih Muslim, dicetak bersama Syarah Nawawi, 2/21-22).
Selasa, 06 November 2012
Hakekat Tentang Kehidupan
Hakekat Tentang Kehidupan
Alkisah di suatu desa di tepi hutan tinggal seorang kakek tua dengan putra tunggalnya. Mereka hidup dari beternak kuda yang diambil susu dan dagingnya. Sang putra kerjanya sehari-hari menggembalakan beberapa ekor kuda yang mereka miliki ke padang rumput.Suatu hari seperti biasa putranya membawa kuda-kuda merumput ke lapangan. Karena kelelahan dia tertidur di bawah sebatang pohon rimbun. Saat terbangun, dia terkejut karena dia mendapati kuda-kudanya tidak di lapangan lagi, tetapi entah hilang ke mana. Dia mencari-cari mereka, tetapi berakhir dengan sia-sia. Akhirnya, dengan langkah gontai, dia pulang ke rumah.
Berita kakek tua kehilangan kuda-kuda peliharaannya membuat gempar desa kecil tersebut. Para tetangga segera berdatangan menyatakan duka mendalam atas kemalangan yang menimpa keluarga kakek itu. Seorang tetangga sambil menenangkan kakek tua berkata, “Sungguh malang nasibmu, Pak Tua. Semua kudamu telah tiada. Sia-sia jerih payahmu selama ini. Sungguh malang nasibmu.”
Kakek tua terdiam sejenak, lalu menjawab, “Saya tidak merasa kemalangan, hal ini biasa saja. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
Para tetangga bingung dengan tanggapan kakek tua, dan merasa kasihan karena dia mungkin hanya sekedar menghibur diri. Lalu mereka semua meninggalkan keluarga kakek tua untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk menenangkan diri.
Beberapa hari berlalu. Dan suatu pagi, terjadi kegemparan. Ternyata pada malam sebelumnya kuda-kuda kakek tua kembali lagi ke kandangnya. Dan bersama dengan mereka ikut segerombolan kuda liar dari hutan. Dalam sekejap mata kakek tua memiliki banyak kuda.
Berita ini kembali menggemparkan seisi desa. Para tetangga datang memberikan selamat atas keberuntungan ini. Semua memuji bahwa nasib kakek semakin baik di hari tuanya. Mereka berucap, “Sungguh beruntung nasibmu, Pak Tua. Sekarang kamu memiliki kuda paling banyak dan menjadi orang paling kaya di desa kita.” Kakek tua hanya menggelengkan kepala sambil menjawab, “Saya merasa biasa-biasa saja. Ini hanya sekedar satu peristiwa dalam hidup saya. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
Para tetangga semakin bingung dengan sikap kakek tua yang agak aneh itu. Mereka menganggapnya orang yang tidak tahu bersyukur dalam hidup. Lalu mereka meninggalkan kakek tua yang semakin membingungkan mereka itu.
Beberapa hari berlalu. Seperti biasa, putra kakek tua secara berkala mencari kayu bakar di hutan untuk keperluan memasak. Pagi-pagi putranya berangkat ke hutan, dan sesampainya di sana, mulai menebang pohon untuk mengambil batang kayunya. Karena kurang hati-hati, suatu ketika kapak yang dia ayunkan ke batang pohon meleset dan menebas kaki kanannya. Kakinya mengalami pendarahan dan luka yang parah. Dia akhirnya diselamatkan oleh penduduk desa yang kebetulan lewat.
Berita tentang kecelakaan putra kakek tua kembali menggemparkan desa. Beramai-ramai mereka datang ke rumah kakek tua untuk membesuk putranya. Mereka merasa kasihan dan berusaha menghibur kakek tua karena putranya bakal menderita cacat seumur hidup. “Sungguh malang nasibmu, Pak Tua. Putra satu-satumu sekarang cacat. Siapa lagi sekarang yang membantu dan menjagamu?” Kakek tua hanya diam membisu, tertegun merenung, lalu menjawab, “Bagi saya ini hal yang biasa. Demikianlah yang seharusnya terjadi. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
Para tetangga semakin bingung dengan jawaban kakek tua. Kali ini mereka menganggap kakek tua ini bukan saja orang yang aneh, tetapi mungkin sudah hampir gila. Lalu, mereka tanpa banyak bicara meninggalkan kakek yang mereka anggap lain dari biasa itu.
Beberapa hari berlalu. Suatu hari desa itu kedatangan tentara kerajaan yang sedang mencari pemuda-pemuda sehat untuk diikutsertakan berperang karena kerajaan sedang diserang musuh. Semua pemuda yang sehat dari desa itu diambil paksa untuk ikut kewajiban membela kerajaan. Berhubung putra kakek tua cacat maka dia tidak ikut dibawa pergi. Maka kakek tua tetap dapat hidup tenang di masa tuanya dengan ditemani putra tunggalnya.
Cerita di atas memberikan inspirasi kepada kita tentang hakekat kehidupan. Jika Anda pernah mendengar atau membaca sebelumnya, biarlah cerita ini mengingatkan Anda kembali untuk menghayati hidup dengan cara yang baru.
Moral cerita di atas begitu sederhana. Hidup ini penuh dengan serangkaian peristiwa yang datang silih berganti. Ada yang kita sukai dan menyenangkan kita, ada yang tidak kita sukai dan mengantarkan penderitaan bagi kita. Begitulah kehidupan, dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa yang terkadang memberi keberuntungan, terkadang membawa kemalangan. Dan dengan cara demikianlah kita memberi label atas peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup.
Moral yang lain, ketika kemalangan datang menghampiri, kita tidak perlu terlalu bersedih hati. Tersenyumlah, mungkin saja keberuntungan sedang dalam perjalanan mengunjungi kita. Dan ketika keberuntungan mengetuk di pintu kehidupan, kita tidak perlu merasa senang dan bahagia berlebihan. Siapkanlah hati, mungkin saja kemalangan sedang mengintai, menunggu saat lengah untuk menerkam kita.
Dengan Klik Tautan Sponsor By : PPCIndo,
maka anda telah menjadi donatur kami.
Silahkan Klik Tautan tersebut, terima kasih.
Alkisah di suatu desa di tepi hutan tinggal seorang kakek tua dengan putra tunggalnya. Mereka hidup dari beternak kuda yang diambil susu dan dagingnya. Sang putra kerjanya sehari-hari menggembalakan beberapa ekor kuda yang mereka miliki ke padang rumput.Suatu hari seperti biasa putranya membawa kuda-kuda merumput ke lapangan. Karena kelelahan dia tertidur di bawah sebatang pohon rimbun. Saat terbangun, dia terkejut karena dia mendapati kuda-kudanya tidak di lapangan lagi, tetapi entah hilang ke mana. Dia mencari-cari mereka, tetapi berakhir dengan sia-sia. Akhirnya, dengan langkah gontai, dia pulang ke rumah.
Berita kakek tua kehilangan kuda-kuda peliharaannya membuat gempar desa kecil tersebut. Para tetangga segera berdatangan menyatakan duka mendalam atas kemalangan yang menimpa keluarga kakek itu. Seorang tetangga sambil menenangkan kakek tua berkata, “Sungguh malang nasibmu, Pak Tua. Semua kudamu telah tiada. Sia-sia jerih payahmu selama ini. Sungguh malang nasibmu.”
Kakek tua terdiam sejenak, lalu menjawab, “Saya tidak merasa kemalangan, hal ini biasa saja. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
Para tetangga bingung dengan tanggapan kakek tua, dan merasa kasihan karena dia mungkin hanya sekedar menghibur diri. Lalu mereka semua meninggalkan keluarga kakek tua untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk menenangkan diri.
Beberapa hari berlalu. Dan suatu pagi, terjadi kegemparan. Ternyata pada malam sebelumnya kuda-kuda kakek tua kembali lagi ke kandangnya. Dan bersama dengan mereka ikut segerombolan kuda liar dari hutan. Dalam sekejap mata kakek tua memiliki banyak kuda.
Berita ini kembali menggemparkan seisi desa. Para tetangga datang memberikan selamat atas keberuntungan ini. Semua memuji bahwa nasib kakek semakin baik di hari tuanya. Mereka berucap, “Sungguh beruntung nasibmu, Pak Tua. Sekarang kamu memiliki kuda paling banyak dan menjadi orang paling kaya di desa kita.” Kakek tua hanya menggelengkan kepala sambil menjawab, “Saya merasa biasa-biasa saja. Ini hanya sekedar satu peristiwa dalam hidup saya. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
Para tetangga semakin bingung dengan sikap kakek tua yang agak aneh itu. Mereka menganggapnya orang yang tidak tahu bersyukur dalam hidup. Lalu mereka meninggalkan kakek tua yang semakin membingungkan mereka itu.
Beberapa hari berlalu. Seperti biasa, putra kakek tua secara berkala mencari kayu bakar di hutan untuk keperluan memasak. Pagi-pagi putranya berangkat ke hutan, dan sesampainya di sana, mulai menebang pohon untuk mengambil batang kayunya. Karena kurang hati-hati, suatu ketika kapak yang dia ayunkan ke batang pohon meleset dan menebas kaki kanannya. Kakinya mengalami pendarahan dan luka yang parah. Dia akhirnya diselamatkan oleh penduduk desa yang kebetulan lewat.
Berita tentang kecelakaan putra kakek tua kembali menggemparkan desa. Beramai-ramai mereka datang ke rumah kakek tua untuk membesuk putranya. Mereka merasa kasihan dan berusaha menghibur kakek tua karena putranya bakal menderita cacat seumur hidup. “Sungguh malang nasibmu, Pak Tua. Putra satu-satumu sekarang cacat. Siapa lagi sekarang yang membantu dan menjagamu?” Kakek tua hanya diam membisu, tertegun merenung, lalu menjawab, “Bagi saya ini hal yang biasa. Demikianlah yang seharusnya terjadi. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
Para tetangga semakin bingung dengan jawaban kakek tua. Kali ini mereka menganggap kakek tua ini bukan saja orang yang aneh, tetapi mungkin sudah hampir gila. Lalu, mereka tanpa banyak bicara meninggalkan kakek yang mereka anggap lain dari biasa itu.
Beberapa hari berlalu. Suatu hari desa itu kedatangan tentara kerajaan yang sedang mencari pemuda-pemuda sehat untuk diikutsertakan berperang karena kerajaan sedang diserang musuh. Semua pemuda yang sehat dari desa itu diambil paksa untuk ikut kewajiban membela kerajaan. Berhubung putra kakek tua cacat maka dia tidak ikut dibawa pergi. Maka kakek tua tetap dapat hidup tenang di masa tuanya dengan ditemani putra tunggalnya.
Cerita di atas memberikan inspirasi kepada kita tentang hakekat kehidupan. Jika Anda pernah mendengar atau membaca sebelumnya, biarlah cerita ini mengingatkan Anda kembali untuk menghayati hidup dengan cara yang baru.
Moral cerita di atas begitu sederhana. Hidup ini penuh dengan serangkaian peristiwa yang datang silih berganti. Ada yang kita sukai dan menyenangkan kita, ada yang tidak kita sukai dan mengantarkan penderitaan bagi kita. Begitulah kehidupan, dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa yang terkadang memberi keberuntungan, terkadang membawa kemalangan. Dan dengan cara demikianlah kita memberi label atas peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup.
Moral yang lain, ketika kemalangan datang menghampiri, kita tidak perlu terlalu bersedih hati. Tersenyumlah, mungkin saja keberuntungan sedang dalam perjalanan mengunjungi kita. Dan ketika keberuntungan mengetuk di pintu kehidupan, kita tidak perlu merasa senang dan bahagia berlebihan. Siapkanlah hati, mungkin saja kemalangan sedang mengintai, menunggu saat lengah untuk menerkam kita.
Dengan Klik Tautan Sponsor By : PPCIndo,
maka anda telah menjadi donatur kami.
Silahkan Klik Tautan tersebut, terima kasih.
Senin, 05 November 2012
Kisah Tiga Burung dan Pohon
Kisah Tiga Burung dengan Pohon :
Ada sebuah pohon yg sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
Ada sebuah pohon yg sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
"Pohon yg subur, engkau terlihat indah dgn buah² pohon ini."
Pohon setelah mendengar pujian tersebut berkata kepada burung jalak, "Teman, tinggallah ditempat saya!."
Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, "Pohon ini sgt hijau, buahnya sgt wangi, sgt bagus."
Pohon berkata kepada burung kenari ini, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"
Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk di sana-sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk. Burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh Anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka Anda akan sakit dimakan ulat..."
Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!" Burung pelatuk akhirnya terbang pergi.
Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.
Akhirnya dahannya juga layu, tdk bisa berbuah lagi.
Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tdk datang bernyanyi lagi..
Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan, dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat di tubuh pohon terpatuk habis.
Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun² hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.
Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yg bernyanyi & memuji Anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yg bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati."
Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mengelus untuk memanipulasi.....>
Pohon setelah mendengar pujian tersebut berkata kepada burung jalak, "Teman, tinggallah ditempat saya!."
Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, "Pohon ini sgt hijau, buahnya sgt wangi, sgt bagus."
Pohon berkata kepada burung kenari ini, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"
Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk di sana-sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk. Burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh Anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka Anda akan sakit dimakan ulat..."
Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!" Burung pelatuk akhirnya terbang pergi.
Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.
Akhirnya dahannya juga layu, tdk bisa berbuah lagi.
Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tdk datang bernyanyi lagi..
Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan, dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat di tubuh pohon terpatuk habis.
Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun² hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.
Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yg bernyanyi & memuji Anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yg bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati."
Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mengelus untuk memanipulasi.....>
Sabtu, 03 November 2012
TERNYATA JASAD NABI MUHAMMAD SAW PERNAH AKAN DICURI
TERNYATA JASAD NABI MUHAMMAD SAW PERNAH AKAN DICURI ....
Percaya gak, klo ternyata jasad nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris di curi oleh orang kafir laknatullah. Sebelum akhirnya Allah me nyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji.
Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW. Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah. Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah. Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.
Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud. Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?” Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.
Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat. Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad. Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya. — di Kota Yogyakarta.
Percaya gak, klo ternyata jasad nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris di curi oleh orang kafir laknatullah. Sebelum akhirnya Allah me nyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji.
Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW. Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah. Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah. Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.
Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud. Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?” Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.
Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat. Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad. Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya. — di Kota Yogyakarta.
Kamis, 01 November 2012
HIKMAH SIANG
^_^ : *0* HIKMAH SIANG ^_^ : *0*
Suatu hari, seorang ahli ‘Manajemen Waktu’ berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswan ya dia berkata:”Baiklah, sekarang waktunya kuis ” Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk kedalamnya, dia bertanya: “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab,”Sudah! ?
Kemudian dia berkata, Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang- guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: “Apakah toples ini sudah penuh? Kali ini para siswanya hanya tertegun “Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawabnya. Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, Apakah toples ini sudah penuh? “Belum!” serentak para siswanya menjawab Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!” “Bukan!”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa : JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
Apakah batu-batu besar dalam hidupmu ? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu”.
Suatu hari, seorang ahli ‘Manajemen Waktu’ berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswan ya dia berkata:”Baiklah, sekarang waktunya kuis ” Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk kedalamnya, dia bertanya: “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab,”Sudah! ?
Kemudian dia berkata, Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang- guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: “Apakah toples ini sudah penuh? Kali ini para siswanya hanya tertegun “Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawabnya. Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, Apakah toples ini sudah penuh? “Belum!” serentak para siswanya menjawab Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!” “Bukan!”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa : JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
Apakah batu-batu besar dalam hidupmu ? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu”.
TANDA-TANDA KEMATIAN
TANDA-TANDA KEMATIAN
Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.
Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari teran
g
ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran
yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan
terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh
apa-apa.
Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.
Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.
Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.
Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.
Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.
Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.
Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.
Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.
Minggu, 01 April 2012
Sebuah Nasehat Ibrahim bin Adham
Ada kisah seorang lelaki yang mendatangi Ibrahim ibn Adham. Dia (Ibrahim) adalah seorang ahli tabib ahli jiwa. Lelaki itu berkata kepada Ibrahim, “Aku adalah orang yang menyakiti diri sendiri. Tunjukkanlah kepadaku hal-hal yang bisa membuatku jera. Ibrahim menasehatinya, “Jika kamu melakukan lima hal ini, kamu tidak akan termasuk orang-orang yang melakukan maksiat. Lelaki itu berkata (ia sangat bersemangat untuk mendengar nasehat si tabib), “Berikanlah apa (nasehat) yang engkau punyai wahai Ibrahim!” Maka Ibrahim menyebutkannya.
“Pertama, jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah, janganlah kamu memakan sesuatupun dari rizkiNya.” Orang itu pin terheran-heran dan kemudian berkata dengan nada bertanya, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai Ibrahim padahal semua rizki datangnya dari Allah SWT?” Ibrahim menjawab, “Jika kamu mengetahui hal itu, apa pantas kamu memakan rizkiNya dan berbuat maksiat terhadap Nya.” Orang itu berkata, “Tidak, wahai Ibrahim. Kemudian apa yang kedua?” Ibrahim melanjutkan,
“Kedua, jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah, janganlah kamu bertempat tinggal di negeriNya.” Maka orang itu pun terheran-heran -melebihi keheranannya yang pertama- dan bertanya, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai Ibrahim, padahal semua negeri adalah milik Allah?” Ibrahim menjelaskan, “Bila kamu mengetahui akan hal itu, apa pantas kamu tinggal di negeriNya dan berbuat maksiat kepadaNya?” Lelaki itu menjawab “Tidak, wahai Ibrahim. Sebutkan yang ketiga!” Ibrahim menyebutnya,
“Ketiga, jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah maka carilah suatu tempat yang Allah tidak melihatmu. (Jika kamu mendapatkan tempat itu) maka lakukanlah maksiatmu kepada Allah!” Lelaki itu berkata, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai Ibrahim, padahal Allah Mahatahu segala rahasia dan Maha Mendengar derap kaki semut yang sedang berjalan di atas batu cadas yang keras pada malam yang gelap gulita?” Maka Ibrahim berkata kepadanya, “Bila kamu mengetahui hal itu, apa pantas kamu berbuat maksiat kepadaNya?” Lelaki itu menjawab, “Tidak, wahai Ibrahim. Lalu apa yang keempat?”
Ibrahim berkata, “Keempat, jika datang malaikat maut untuk mencabut nyawamu maka katakan padanya, “Tundalah sampai batas waktu tertentu!” Lelaki itu pun keheranan, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai ibrahim, padahal Allah berfirman, “Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak dapat (pula) memajukannya?” (QS. Al-Munafiqun: 11) Ibrahim berkata kepadanya, “Bila kamu mengetahui hal itu, bagaimana kamu mengharapkan keselamatan?” Lelaki itu berkata, “Benar. Berikanlah yang kelima wahai Ibrahim!” Ibrahim melanjutkan,
“Kelima, bila datang kepadamu malaikat Zabaniyyah -mereka adalah malaikat penjaga neraka Jahannam untuk menyeretmu ke neraka Jahannam janganlah engkau pergi bersama mereka.” Belum sempat Ibrahim mengatakan nasehat yang kelima, lelaki itu menangis sembari berkata , “Cukup Ibrahim! Aku mohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNya.” Orang itu pun akhirnya menekuni ibadah sampai akhir hayatnya.
link to http://fadil.blogsome.com/2010/02/20/nasihat-ibrahim-bin-adham/#more-121
“Pertama, jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah, janganlah kamu memakan sesuatupun dari rizkiNya.” Orang itu pin terheran-heran dan kemudian berkata dengan nada bertanya, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai Ibrahim padahal semua rizki datangnya dari Allah SWT?” Ibrahim menjawab, “Jika kamu mengetahui hal itu, apa pantas kamu memakan rizkiNya dan berbuat maksiat terhadap Nya.” Orang itu berkata, “Tidak, wahai Ibrahim. Kemudian apa yang kedua?” Ibrahim melanjutkan,
“Kedua, jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah, janganlah kamu bertempat tinggal di negeriNya.” Maka orang itu pun terheran-heran -melebihi keheranannya yang pertama- dan bertanya, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai Ibrahim, padahal semua negeri adalah milik Allah?” Ibrahim menjelaskan, “Bila kamu mengetahui akan hal itu, apa pantas kamu tinggal di negeriNya dan berbuat maksiat kepadaNya?” Lelaki itu menjawab “Tidak, wahai Ibrahim. Sebutkan yang ketiga!” Ibrahim menyebutnya,
“Ketiga, jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah maka carilah suatu tempat yang Allah tidak melihatmu. (Jika kamu mendapatkan tempat itu) maka lakukanlah maksiatmu kepada Allah!” Lelaki itu berkata, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai Ibrahim, padahal Allah Mahatahu segala rahasia dan Maha Mendengar derap kaki semut yang sedang berjalan di atas batu cadas yang keras pada malam yang gelap gulita?” Maka Ibrahim berkata kepadanya, “Bila kamu mengetahui hal itu, apa pantas kamu berbuat maksiat kepadaNya?” Lelaki itu menjawab, “Tidak, wahai Ibrahim. Lalu apa yang keempat?”
Ibrahim berkata, “Keempat, jika datang malaikat maut untuk mencabut nyawamu maka katakan padanya, “Tundalah sampai batas waktu tertentu!” Lelaki itu pun keheranan, “Bagaimana engkau mengatakan hal itu wahai ibrahim, padahal Allah berfirman, “Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak dapat (pula) memajukannya?” (QS. Al-Munafiqun: 11) Ibrahim berkata kepadanya, “Bila kamu mengetahui hal itu, bagaimana kamu mengharapkan keselamatan?” Lelaki itu berkata, “Benar. Berikanlah yang kelima wahai Ibrahim!” Ibrahim melanjutkan,
“Kelima, bila datang kepadamu malaikat Zabaniyyah -mereka adalah malaikat penjaga neraka Jahannam untuk menyeretmu ke neraka Jahannam janganlah engkau pergi bersama mereka.” Belum sempat Ibrahim mengatakan nasehat yang kelima, lelaki itu menangis sembari berkata , “Cukup Ibrahim! Aku mohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNya.” Orang itu pun akhirnya menekuni ibadah sampai akhir hayatnya.
link to http://fadil.blogsome.com/2010/02/20/nasihat-ibrahim-bin-adham/#more-121
Selasa, 21 Februari 2012
Sebuah Risalah 2
"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia.
Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku.
Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.
Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
.
Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku.
Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."
.
Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.
Nah....marilah kita belajar dari muda tuk merubah diri kita sendiri. Talk less to do more...!!! Action always to get process...!!!
Welcome joint to donatur Forum_AOPI@Assosiasi Orang Pinggiran Indonesia untuk bisa bersama2 mengukir hidup merubah masyarakat kita. Kirim dana anda ke No Rek.139-00-1020150-1 Bank Mandiri KCP Purbalingga. a/n Eni Darmunsih, SPd untuk di salurkan pada mereka2 orang pinggiran yang sangat membutuhkan...!!! Segera menjadi donatur, karena sekecil apapun sumbangan dana anda sangat berarti bagi hidup dan kehidupan fakir miskin dan dhuafa di sekitar kita.
Senin, 20 Februari 2012
Sebuah Risalah 3
#Mengapa ada orang yg ibadahnya jalan tapi kelakuannya tidak berubah? Lalu ada yg berilmu tinggi tapi perbuatannya tidak menjadi lebih baik?
Malahan ada yg berilmu, beribadah, dan berceramah tapi kelakuannya jauh dari apa yg diucapkannya
#Ibadah yg dilakukan tidak berdampak pada dirinya sendiri atau orang sekitar, kemungkinan disebabkan karena:
1.Melakukan ibadah hanya sekedar rutinitas/ikut-ikutan
2.Melakukan ibadah tapi tidak berusaha paham, org yg tahu beribadah tidak identik dgn paham, tapi kalau paham maka bisa menjelaskan
3.Melakukan ibadah tapi di hatinya bukan Alloh yg di tuju, hanya utk kepentingan duniawi, dan Alloh Maha Mengetahui isi hati
#Perubahan ke arah yg lebih baik akan terjadi bila TAUHID nya benar, akhlak akan semakin baik bila ke Alloh nya benar
Tidak AKU utus engkau wahai Ahmad bin Abdullah bin Abdul Mutholib, kecuali untuk memperbaiki akhlak manusia. Sesungguhnya akhlak Ahmad bin Abdullah bin Abdul Mutholib adalah Al Qur'anul Kariim. Tauhid yang benar adalah Katakanlah bahwa Allah itu Esa. Allah tempat bergantung semua mahluk. Tidak beranak dan tidak pula di peranakan. Dan tidak ada sesuatupun yang setara/ sebanding dengan DIA. Sesungguhnya AKU lah Allah. Tiada Tuhan selain AKU. Maka sembahlah AKU. Dan Dirikanlah Sholat untuk Dzikir pada KU. Sesungguhnya tiada keraguan sedikitpun pada kitab (Al Qur'an) ini, menjadi petunjuk bagi orang2 yang bertaqwa. Sesungguhnya AKU lah yang menurunkan Al Qur'an ini, dan AKU sendiri yang menjaganya keutuhannya.
Sebuah Risalah 2
"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia.
Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku.
Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.
Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
.
Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku.
Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."
.
Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.
Kamis, 09 Februari 2012
Dzikrullah
MIFTAHUS SARDO'IR ; RUH DAN WARIDAT
Ketahuilah wahai hamba Allah sekalian , sesunguhnya ruh itu setiap saat rindu kepada Allah,ia sangat merindukan kampung halamannya,namun banyak hijab yang menghalanginya.
Barang siapa yang di tajamkan oleh Allah mata hati (Bashiroh) nya,maka hijab-hijab itu tersingkap
dan Allah akan memberinya berbagai pertolongan, mengarunianya kenikmatan dalam berdzikir , menimbulkan dalam hatinya kerinduan pada kebahagiaan di teman-teman Uns ( keintiman) dan kebun-kebun syurga.
Setiap orang memperoleh karunia (madad) sesuai keadaannya dan setiap orang memperoleh pertolongan (imdad) sesuai dengan kesiapannya,
oleh karena itu siapkanlah dirimu untuk memperoleh pertolongan jangan meremehkannya.
Dengan dzikirullah akan membuat hati bersinar,dzikir dibagi ada dua,dzikir dengan hati dan dzikir dengan lisan.
Dzikir hati lebih utama dari pada dzikir lisan. Karena orang yang berdzikir dalam hati akan memperoleh dzikir sekaligus jauh dzikirnya.
Namun jangan tingalkan dzikir lisan , karena dzikir lisan adalah yang di maksud dalam ayat berikut
"Wadz dzaakiriinalboha kastsiirow wadz dzaakirooti a'addallaahu lahum maghfiratuw wa ajroor"
"Dan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah .. Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar".
Q.S Al Ahzab 33-35.
Seorang ulama pernah di tanya , 'kami berdzikir kepada Allah Swt , tetapi dzikir itu tidak menggoreskan kesan di hati kami,
jawbannya bersyukurlah kepada Allah yang telah menghiasi salah satu anggota tubuh mu dengan berdzikir kepadaNya.
Dzikir lisan juga merupakan tanda cinta , barang siapa yang sungguh-sungguh mencintai seseorang,
ia pasti sering menyebut-nyebutnya , sebab orang yang berdzikir merasa mulia dengan yang ia dziki (sebut)
ku sebutkan dalam syair ku;
"Fanaw'an jamii'il kawni thullbaa husnahu , yaghiibuuna'an kullas shwa bi wishoolihin".
"Mereka hilang dari alam mencari kebaikanNya,hubungan dengan Allah telah membuat mereka lalai dari segalanya"
— bersama Titis Sweet dan 14 lainnya.Ketahuilah wahai hamba Allah sekalian , sesunguhnya ruh itu setiap saat rindu kepada Allah,ia sangat merindukan kampung halamannya,namun banyak hijab yang menghalanginya.
Barang siapa yang di tajamkan oleh Allah mata hati (Bashiroh) nya,maka hijab-hijab itu tersingkap
dan Allah akan memberinya berbagai pertolongan, mengarunianya kenikmatan dalam berdzikir , menimbulkan dalam hatinya kerinduan pada kebahagiaan di teman-teman Uns ( keintiman) dan kebun-kebun syurga.
Setiap orang memperoleh karunia (madad) sesuai keadaannya dan setiap orang memperoleh pertolongan (imdad) sesuai dengan kesiapannya,
oleh karena itu siapkanlah dirimu untuk memperoleh pertolongan jangan meremehkannya.
Dengan dzikirullah akan membuat hati bersinar,dzikir dibagi ada dua,dzikir dengan hati dan dzikir dengan lisan.
Dzikir hati lebih utama dari pada dzikir lisan. Karena orang yang berdzikir dalam hati akan memperoleh dzikir sekaligus jauh dzikirnya.
Namun jangan tingalkan dzikir lisan , karena dzikir lisan adalah yang di maksud dalam ayat berikut
"Wadz dzaakiriinalboha kastsiirow wadz dzaakirooti a'addallaahu lahum maghfiratuw wa ajroor"
"Dan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah .. Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar".
Q.S Al Ahzab 33-35.
Seorang ulama pernah di tanya , 'kami berdzikir kepada Allah Swt , tetapi dzikir itu tidak menggoreskan kesan di hati kami,
jawbannya bersyukurlah kepada Allah yang telah menghiasi salah satu anggota tubuh mu dengan berdzikir kepadaNya.
Dzikir lisan juga merupakan tanda cinta , barang siapa yang sungguh-sungguh mencintai seseorang,
ia pasti sering menyebut-nyebutnya , sebab orang yang berdzikir merasa mulia dengan yang ia dziki (sebut)
ku sebutkan dalam syair ku;
"Fanaw'an jamii'il kawni thullbaa husnahu , yaghiibuuna'an kullas shwa bi wishoolihin".
"Mereka hilang dari alam mencari kebaikanNya,hubungan dengan Allah telah membuat mereka lalai dari segalanya"
Sabtu, 04 Februari 2012
Sebuah Risalah
MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BAHASAMU SUPAYA MENDAPAT PETUNJUK
Ada seorang tua di daerah saya yang berusia lebih dari 70 tahun, dia bertekad untuk dapat khatam membaca Al-Qur’an setiap hari hingga akhir hayatnya, dan kegiatan ini sudah dilakukannya sejak usia 55 tahun yang berarti sudah ribuan kali dia khatam Al-Qur’an. Ketika saya bertanya, apa isi Al-Qur’an itu, maka jawabannya sangat mengejutkan, "Subhanallah Allah Yang Maha Tahu isi Al-Qur’an, kita tidak bakalan paham". Apa yang salah dari bapak ini? Ketika saya tanya, apa motivasinya membaca Al-Qur’an, maka dia menjawab supaya mendapatkan pahala. Ohh itu ternyata...
Motivasi kita dalam membaca Al-Qur’an seharunya bukan mendapat pahala, tetapi mendapat petunjuk Allah.
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
[QS.Al Baqarah(2):2]
(Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.
[QS.Ali 'Imran(3):138]
Alif Laam Miim. Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
[QS.Luqman(3)1:1-3]
Allah adalah tergantung kehendak hambanya.
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
[QS.Faathir(35):15]
Siapa yang membaca Al-Qur’an berniat dapat pahala, pasti dia tidak mendapatkan petunjuk. Manusia yang ingin dapat petunjuk pastilah membaca dengan bahasa yang dipahaminya. Marilah kita bertanya jawab dengan Allah melalui Al-Qur’an. Mengapa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab? Karena Rasulnya orang Arab.
Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti)yang dipanggil dari tempat yang jauh.”
[QS.Fushshilat(41):44]
Apakah Al-Qur’an untuk orang Arab saja? Al-Qur’an untuk seluruh manusia.
Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
[QS.Al Jaatsiyah(45):20]
Apakah bahasa manusia di muka bumi ini satu bahasa atau bermacam-macam ? Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah menciptakan bermacam-macam bahasa.
Dan di antara tanda-tanda kekuatan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
[QS.Ar Ruum(30):22]
Jadi siapa yang dapat memahami Al-Qur’an dalam bahasa Arab? Penduduk Mekkah dan negeri sekitarnya atau bangsa Arab.
Demikianlan Kami wahyukan kepadamu Al-Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk jahanam.
[QS.Asy Syuura(42):7]
Kita yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui.
[QS.Fushshilat(41):3]
Jadi bagaimana kaum yang tidak paham bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an? Dengan bahasamu/bi-lisantika/dengan lisanmu masing-masing.
Sesungguhnya Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.
[QS.Ad Dukhaan(44):58]
Bagaiman menyampaikan Al-Qur’an kepada orang lain yang tidak paham bahasa Arab? Dengan bahasamu masing-masing.
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran.
[QS.Al Qamar(54):40]
Karena Allah hanya menjelaskan Al-Qur’an kepada kita yang mau mengambil pelajaran.
Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
[QS.Al An'aam(6):126]
Manusia mulia di mata Allah adalah manusia yang paham Al-Qur’an.
Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya.
[QS.Al Anbiyaa'(21):10]
Terdapat perbedaan besar antara khatam dan paham, khatam berarti tamat membaca, paham berarti selalu mempelajari, bukti paham adalah melaksanakan sesuai dengan kehendak Allah. Marilah kita mempermudah manusia untuk belajar Al-Qur’an dan tidak mempersulit sehingga manusia Indonesia dapat gemar membaca, mempelajari, memahami, melaksakan, mensyiarkan dan melestarikan Al-Qur’an.
Langganan:
Postingan (Atom)













