Tampilkan postingan dengan label forum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label forum. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Maret 2012
Jumat, 24 Februari 2012
Perjalanan Panjang Penggalangan Dana 5
Senin, tanggal 21 Februari 2012 kami dan pihak orang tua pasien mendatangi kantor sespri bupati untuk minta jadwal bertemu bupati dengan menyerahkan surat proposal permohonan bantuan biaya untuk operasi.
Kami di jadwalkan bertemu bupati tgl 27 atau 28 Februari 2012 mendatang, untuk konsolidasi lebih lanjut. Selasa, 22 Februari mengurus surat serupa ke BAZDA Kab. Purworejo. dan sekalian ambil gambar ulang foto pasien dan keluarganya. Rabu, 23 Februari 2012 kami kirim surat yang sudah lengkap ke Yayasan Satu Untuk Negeri TV One. Sore hari nya koordinasi dengan IMM UMP. Tgl 24 Februari 2012 s/d 26 Februari 2012 kami hanya koordinasi informal dengan beberapa pihak, sambil mencari terobosan solusi yang lebih baik. Pada Senin, tgl 27 Februari 2012 siang kami menghubungi pihak Pemda Purworejo untuk konfirmasi atas surat kami pada bpk Bupati, dan segera di tindaklanjuti untuk dilimpahkan ke tksk kec. Gebang. Pada tgl 28 Februari 2012 siang kami menemui pihak tksk kec. Gebang untuk konsolidasi. Semua dokumen harus sudah masuk ke Pemda sebelum tgl 7 Maret 2012. Karena ada pemberitahuan kabar serupa di desa Butuh, kec Butuh, Kab. Purworejo pada tgl 29 Maret 2012 kami minta konfirmasi ke Kades setampat. Hingga hari ini Tgl 4 Maret belum ada konfirmasi apapun baik dari tksk Gebang maupun Kades Butuh. Di sambung......(6)
Kami di jadwalkan bertemu bupati tgl 27 atau 28 Februari 2012 mendatang, untuk konsolidasi lebih lanjut. Selasa, 22 Februari mengurus surat serupa ke BAZDA Kab. Purworejo. dan sekalian ambil gambar ulang foto pasien dan keluarganya. Rabu, 23 Februari 2012 kami kirim surat yang sudah lengkap ke Yayasan Satu Untuk Negeri TV One. Sore hari nya koordinasi dengan IMM UMP. Tgl 24 Februari 2012 s/d 26 Februari 2012 kami hanya koordinasi informal dengan beberapa pihak, sambil mencari terobosan solusi yang lebih baik. Pada Senin, tgl 27 Februari 2012 siang kami menghubungi pihak Pemda Purworejo untuk konfirmasi atas surat kami pada bpk Bupati, dan segera di tindaklanjuti untuk dilimpahkan ke tksk kec. Gebang. Pada tgl 28 Februari 2012 siang kami menemui pihak tksk kec. Gebang untuk konsolidasi. Semua dokumen harus sudah masuk ke Pemda sebelum tgl 7 Maret 2012. Karena ada pemberitahuan kabar serupa di desa Butuh, kec Butuh, Kab. Purworejo pada tgl 29 Maret 2012 kami minta konfirmasi ke Kades setampat. Hingga hari ini Tgl 4 Maret belum ada konfirmasi apapun baik dari tksk Gebang maupun Kades Butuh. Di sambung......(6)
Selasa, 21 Februari 2012
Perjalanan Panjang Penggalangan Dana 3
Setelah di muat di harian Suara Merdeka halaman Suara Kedu (22) kolom 5-6, Koran pagi itu saya berikan pada pihak keluarga pasien sebagai pemberitahuan bahwa berita nya telah di muat. Hari Sabtu dan Minggu, tgl 11 dan 12 Februari2012 pemuatan berita di Harian Suara Merdeka halaman Suara Kedu di upload dan di share ke dinding status akun FB Sumimoko lagi. Keesokan hari nya Senin, 13 Februari 2012, Forum_AOPI@Assosiasi Orang Pinggiran Indonesia berkoordinasi dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhamaddiyah Purworejo (UMP) untuk penggalangan dana. Sore harinya membuat draft surat Permohonan Bantuan dan Konsolidasi Penggalangan Dana bagi pasien untuk di tujukan pada pihak2 terkait.
Pada Selasa, 14 Februari 2012 Konsultasi dengan pihak Pemkab Purworejo, baik TU maupun Kesra bersama orangtua pasien guna bisa mencari solusi dan arahan dari Pemkab Purworejo selanjutnya. Kami mendapatkan sambutan dan arahan yang mesti kami lakukan secara mekanisme birokrasi yang ada. Pada Rabu, 15 Februari 2012 melengkapi persyaratan formal surat proposal permohonan bantuan untuk bupati, yang di ketahui Kepala Desa dan Camat setempat di mana pasien tinggal. Namun di karenakan saat itu pak Camat Gebang sedang Dinas Luar Kota ke Bogor, dan pulang nya baru hari Sabtu, 18 Februari 2012, maka Surat untuk pak bupati di tunda sampai hari Sabtu atau hari Senin mendatang menunggu pak Camat Gebang pulang dari Bogor. Bagian (3).
Pada Selasa, 14 Februari 2012 Konsultasi dengan pihak Pemkab Purworejo, baik TU maupun Kesra bersama orangtua pasien guna bisa mencari solusi dan arahan dari Pemkab Purworejo selanjutnya. Kami mendapatkan sambutan dan arahan yang mesti kami lakukan secara mekanisme birokrasi yang ada. Pada Rabu, 15 Februari 2012 melengkapi persyaratan formal surat proposal permohonan bantuan untuk bupati, yang di ketahui Kepala Desa dan Camat setempat di mana pasien tinggal. Namun di karenakan saat itu pak Camat Gebang sedang Dinas Luar Kota ke Bogor, dan pulang nya baru hari Sabtu, 18 Februari 2012, maka Surat untuk pak bupati di tunda sampai hari Sabtu atau hari Senin mendatang menunggu pak Camat Gebang pulang dari Bogor. Bagian (3).
Senin, 20 Februari 2012
Perjalanan Panjang Penggalangan Dana 2
Selanjutnya hari Selasa, 7 Februari 2012 pihak Forum_AOPI@Assosiasi Orang Pinggiran Indonesia meneruskan informasi ini dengan data valid ke redaksi Suara Kedu Harian Suara Merdeka di Purworejo untuk bisa membantu memuat berita ini. Hari rabu, 8 Februari banyak respon via akun FB dari rekan2 dari Riau, Bontang, Sampit, dan Jakarta, bahkan dari pihak Kantor Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.
Rabu, tgl 8 Februari 2012 pihak Forum_AOPI@Assosiasi Orang Pinggiran Indonesia melengkapi dokumen2 yang di butuhkan yang rencana nya untuk penggalangan dana lewat acara peringatan Maulid Nabi pada hari Jum'at nya. Namun hal ini terkendala soal mekanisme birokrasi RT/RW dan panitia/ pengurus masjid setempat yang saling lempar sana lempar sini gak karuan. Kamis, 9 Februari 2012 pematangan program kerja penanganan penggalangan dana operasi pasien. Pada hari yang sama wartawan Suara Kedu meliput informasi ke keluarga pasien di Winong Kidul. kec. Gebang. kab.Purworejo. Jum'at, 10 Februari 2012 liputan ini dimuat di Harian Suara Merdeka, Edisi Jum'at, 10 Februari 2012 Halaman 22 kolom 5-6 Suara Kedu. Berita ini di upload kembali dan di share kembali di dinding status akun FB Sumimoko dan beberapa temannya. (2)
Rabu, tgl 8 Februari 2012 pihak Forum_AOPI@Assosiasi Orang Pinggiran Indonesia melengkapi dokumen2 yang di butuhkan yang rencana nya untuk penggalangan dana lewat acara peringatan Maulid Nabi pada hari Jum'at nya. Namun hal ini terkendala soal mekanisme birokrasi RT/RW dan panitia/ pengurus masjid setempat yang saling lempar sana lempar sini gak karuan. Kamis, 9 Februari 2012 pematangan program kerja penanganan penggalangan dana operasi pasien. Pada hari yang sama wartawan Suara Kedu meliput informasi ke keluarga pasien di Winong Kidul. kec. Gebang. kab.Purworejo. Jum'at, 10 Februari 2012 liputan ini dimuat di Harian Suara Merdeka, Edisi Jum'at, 10 Februari 2012 Halaman 22 kolom 5-6 Suara Kedu. Berita ini di upload kembali dan di share kembali di dinding status akun FB Sumimoko dan beberapa temannya. (2)
Perjalanan Panjang Penggalangan Dana
Bayi cantik Frida Haryanti, 19 bulan menderita bocor jantung 13 mm ( CARDIOMEGALI ) pertama kali di upload oleh mbak Indri Astuti Purworejo di dinding status Halaman Grup BUDAYA PURWOREJO pada hari sabtu, tgl 4 Februari 2012. Kemudian status tersebut di upload dan di share oleh Sumimoko baik didinding Halaman Grup Budaya Purworejo maupun di Dinding Status Sumimoko sendiri. Banyak sekali yang komentar dan upload berita ini.Minggu, tgl 5 Februari mulailah di bentuk upaya penggalangan dana untuk biaya operasi si pasien bayi Frida Haryanti, 19 bulan tersebut. Senin, tgl 6 Februari 2012 dari pihak Forum_AOPI@Assosiasi Orang Pinggiran Indonesia mengunjungi ke rumah pasien, dan bertemu dengan pasien dan kedua orangtuanya serta keluarganya. Pasien ini anak kedua pasangan Teguh Harsono (28th) dan Supriyanti (27th) yang tinggal di rumah orangtua/ Ibunya Teguh Harsono, karena Bapaknya Teguh Harsono sudah meninggal sebelum Frida Haryanti diketahui menderita sakit bocor jantung. Meskipun secara waris, Teguh Harsono mendapatkan hak waris rumah bagian dapur, namun kondisi dapur nya belum permanen dan sangat sederhana, sehingga sambil merawat mbahnya Frida Haryanti, mereka tinggal bersama di rumah utama.
Sebelumnya mereka tinggal di Pituruh di rumah orangtua Supriyanti, istrinya Teguh Harsono. Bagian (1).
Sebelumnya mereka tinggal di Pituruh di rumah orangtua Supriyanti, istrinya Teguh Harsono. Bagian (1).
Langganan:
Postingan (Atom)


